Building practical digital systems for better government. Saya bekerja di persimpangan teknologi, infrastruktur, data, dan transformasi digital pemerintahan — bukan sekadar menjalankan server, tapi memastikan layanan benar-benar berjalan.
Praktisi GovTech & Digital Infrastructure di lingkungan Pemerintah Kabupaten Murung Raya. Menjembatani kebutuhan organisasi dan implementasi teknis.

Saya adalah praktisi GovTech dan Digital Infrastructure yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Murung Raya.
Pekerjaan saya mencakup berbagai lapisan: analisis proses bisnis, pengembangan aplikasi, database, integrasi API, Satu Data Indonesia, hingga pengelolaan server, virtualisasi, container, jaringan, dan keamanan.
Bagi saya, teknologi yang baik bukan yang paling rumit. Teknologi yang baik adalah yang sesuai kebutuhan, dapat dioperasikan, aman, dan tetap terpelihara setelah selesai dibangun.
Menerjemahkan regulasi, proses bisnis, dan kebutuhan layanan menjadi sistem digital yang dapat diimplementasikan dan dirawat.
Arsitektur sistem, digitalisasi proses bisnis, integrasi layanan, interoperabilitas. Fokus: SPBE yang bisa dieksekusi, bukan sekadar dokumen.
Fondasi tempat aplikasi berjalan: virtualisasi, container, reverse proxy, networking, DNS, SSL, deployment hingga monitoring.
Terlibat analisis, koordinasi, pengembangan, dan deployment aplikasi pemerintah. Peran di antara Business Requirement ↔ Development ↔ Infrastructure.
Satu Data Indonesia, CKAN, API, DataStore, interoperabilitas antar aplikasi. Tujuan: data tidak hanya tersimpan, tapi dapat digunakan dan dipertukarkan.
Sistem pemerintah harus tersedia sekaligus terlindungi. Security adalah bagian dari desain sejak awal, bukan tempelan: server hardening, firewall, Cloudflare/WAF, access control, segmentasi jaringan, monitoring, backup, incident troubleshooting.
Infrastruktur dan sistem yang menjadi fondasi layanan digital Pemerintah Kabupaten Murung Raya.
Pengelolaan & modernisasi CKAN untuk Walidata. Migrasi dari CKAN heavily-modified ke arsitektur vanilla yang sederhana dan maintainable.
Lingkungan server & aplikasi berbasis Proxmox VE, Linux, LXC, Docker, Nginx, Cloudflare, MikroTik sebagai fondasi aplikasi dan website pemda.
Analisis & implementasi aspek Pemerintah Digital: proses bisnis, layanan, aplikasi, data, infrastruktur, interoperabilitas, keamanan informasi.
Analisis, koordinasi, pengembangan, dan deployment berbagai aplikasi. Fokus: requirement yang jelas, deploy yang aman, operasi yang mudah.
Integrasi presensi ASN: PostgreSQL, fingerprint, webhook, rekonsiliasi data, dan reporting yang akurat untuk kepegawaian.
Linux ARM, Docker, private networking, Cloudflare Tunnel, monitoring, AI agents, self-hosted services. Build → Break → Understand → Improve.
Memahami masalah dan proses bisnis dulu sebelum menentukan teknologi.
Sesederhana mungkin selama memenuhi kebutuhan. Tidak semua butuh arsitektur kompleks.
Open Source • Self Hosted • Open Standards — fleksibel, tanpa vendor lock-in.
Bisa dimonitor, di-backup, mudah diperbaiki, aman, dan bisa dikembangkan lagi.
Praktis, teruji produksi, dan bisa dirawat tim kecil.
“Technology should reduce complexity, not create another layer of it.”
Transformasi digital = perbaiki proses, hubungkan data, sederhanakan layanan, bangun fondasi yang bisa berkembang.Diskusi SPBE, Satu Data, infrastruktur, atau integrasi sistem. Respon < 1x24 jam.